Selasa, 18 Oktober 2016

KETIKA NAMA TOMMY SOEHARTO DICATUT DIBILANG BUAT PARTAI BARU

                                          Foto:Presiden Parsindo,HM Jusuf Rijal
Saya bukanlah siapa-siapa mas Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putra). Hanya sekedar sahabat yang baik. Saling menghargai dan menghormati. Menurut saya Tommy Soeharto memiliki kemampuan yang baik. Setidaknya itu dapat saya rekam dalam perbincangan saya dengan beliau selama hampir tiga jam disuatu tempat. Beliau punya visi kebangsaan, nasionalis, kritis, cerdas, teliti dan yang pasti punya sense of politic yang mumpuni.
Saya juga tidak dalam posisi ingin memanfaatkan Tommy Soeharto, karena saya merasa diri saya juga memiliki kemampuan yang cukup untuk dapat membangun diri dengan segala keterbatasan dan kelebihan yang ada.
Jika kemudian saya mendirikan Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia) dan mengusung Tommy Soeharto Capres 2019, bukan juga karena ingin meraih jabatan jika Tommy Soeharto dipilih dan diridhoi Allah memimpin Republik ini. Saya dengan teman2 Partai Parsindo dan simpatisan ingin memiliki pemimpin yang lebih baik untuk membawa bangsa ini lebih adil, makmur dan sejahtera lagi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai warga negara semua orang memiliki hak berserikat dan berkumpul. Memiliki hak demokrasi untuk DIPILIH dan MEMILIH kecuali mereka yang hak politiknya telah dicabut, seperti Anas Urbaningrum, Andi Mallarangen, Dll. Tommy Soeharto juga memiliki hak demokrasi untuk DIPILIH dan MEMILIH karena hak
Politiknya tidak pernah dicabut oleh Pengadilan.
Karena itu, bagi rakyat yang merindukan kepemimpinan seperti Presiden kedua RI, HM. Soeharto (Enak Jamanku Toh) yang kemudian tergabung di Partai Parsindo menggunakan HAK PILIH untuk MEMILIH Tommy Soeharto Capres 2019. Kami rakyat yang punya kesadaran untuk bangkit secara mandiri dan swadaya mendukung Tommy Soeharto Capres 2019 untuk Indonesia yang lebih baik.
Apakah Tommy Soeharto pindah ke Partai Parsindo, tidak. Beliau masih kader Partai Golkar. Tetapi jika ada yang mengaku-ngaku bahwa Tommy Soeharto membuat Partai Baru sempalan Golkar, menurut saya itu suatu hal yang mustahil dan tidak betul.
Tommy Soeharto akan tetap di Partai Golkar dan tidak akan pernah keluar dari partai yang didirikan orang tuanya. Tommy Soeharto tetap memiliki kewajiban membesarkan Partai Golkar. Keluarganya pun Titiek Soeharto juga masih di Golkar.
Jika ada orang yang menyebut bahwa beliau ikut mendirikan Partai Baru, saya pastikan itu bohong. Karena seorang pengurus, apalagi pembina di Partai Golkar, jika membuat Partai Baru harus mengundurkan diri terlebih dulu. Apakah Tommy Soeharto pernah mengundurkan diri dari Golkar, kan tidak. Tetapi jika ada yang mengklaim2 itu sah saja, namun tidak memiliki substansi hukum. Asumsi saya kemudian diperkuat oleh orang dekat Tommy Soeharto seperti Capture yang disampaikan melalui medsos.
Tulisan ini saya buat karena banyak yang bertanya dan agar tidak jadi fitnah yang dapat merugikan Tommy Soeharto. Sahabat yang baik turut menjaga sahabatnya dari keburukan.(Sumber Facebook)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar